beRitA PuenTIng

baGi Para caLoN JemAah YAng mAu pUlanG MohoN dIprHatiKAn SAran BERikut Ini:

dI MoHon

SeDuiA PuaYung seBeLUm HujaN

dan DimOhOn

SUedia DUayUng Untuk NUAik samPAN

BOERita INi diUmumKan menURut PArKiRAnaan YAng TueLah ADa!

aTAs PErhAtiAnnyA SayA UcaPkan TerIMa kAsiH.

Leave a Comment

Daftar kontak person

chafidz_chemeng_its@yahoo.co.id; leon077@gmail.com; dikki_nurrahman@yahoo.com; mas_imron_rosyadi@gmail.com; bambang05@gmail.com; syam_nur_hasan@yahoo.co.id; willerkasani@gmail.com; wimpy_karnanda@yahoo.com; alansoffan@gmail.com; aryawidyawan@yahoo.co.au; meranti_0412@yahoo.com; rina.komara@yahoo.com; sampomichi_rules@yahoo.co.id; boy.valenza@yahoo.com; jhonny_herwan@yahoo.com; sukem06@yahoo.com; eko_abdusyakur@yahoo.com; imilah_zuhdy@yahoo.com; eldwin_dj@yahoo.com; janwar_nurdin@gmail.com; divisi_503@yahoo.com; tonydwisusanto@gmail.com; qais_majun1@yahoo.com; pak_kori@yahoo.com; hanifandy@yahoo.com; aa.gung@yahoo.com; heru.susanto@lipi.go.id; muhammad.asdi@yahoo.com; asdiwae@yahoo.co.uk; tri_sasongko@hotmail.com; musayka@yahoo.com; letmr2002@yahoo.com; qadri_jumat@yahoo.com; nizaruddin@saudia.com; abed_pur@yahoo.com; cia_gt@yahoo.co.id; nofian_saputra@yahoo.com; abu_harist99@yahoo.co.id; jamil@yahoo.com

Yang belum tercantum silakan menambah sendiri.. Sukron…

Leave a Comment

Abaya vs Ah…bahaya..!


Tulisan ini sekedar info bagi  yang mau “meminang” gadis saudi dan berbagi “hikmah” setelah “shopping” dengan our friend from saudi.
 
    Sore itu, kita (D, G, dan satu teman kami di sakan) dah stand by di kantor administrasi mereka janji setelah ashar akan mengantarkan kami dan beberapa teman kami juga yang tinggal di sakan untuk pergi shopping. Awalnya kami sangat gembira ya :) !!.. akhirnya ke tempat lain juga selain dormitory, libary, hospital, and university  setelah beberapa bulan di riyadh.
   

     Jam empat berlalu, dan masih menuggu… ke supervisor dan di tarjim teman kami, jam setengah lima satu jam berlalu kami masih menunggu. Akhirnya jam lima kurang dikit.. setelah 3 orang lagi bergabung bersama kami ditambah dengan supervisor (1 orang) berangkatlah kami menuju tempat shopping.(saat itu tidak ada yang memberitahu kalau kami akan ke Geant).
    

     Waktu sudah dekat maghrib dan beberapa menit kemudian azan pun berkumandang. Toko-toko spontan tutup, supervisor mamutuskan untuk menunggu. Kami heran, kok ngga pada sholat magrhib ya ?, akhirnya kami memutuskan untuk bertanya ke teman (supervisornya tidak bisa bahasa Inggris) ternyata cuman karena tidak tahu dimana mushollanya  dan mau dijamak sholatnya. What ??  yah kita tidak sependapat dengan mereka waktu itu, setelah sedikit berargumen akhirnya kami sholat bareng di musholla Geant (ternyata  bisa kan ga di jamak, only 5 minutes !! tinggal nanya tempat sholatnya dimana !).

     Setelah sholat we start shopping,  ya yang membuat kami tidak nyaman “harganya mahal-mahal banget ” dan mereka si yah cuek-cuek aja beli-beli baju tidak terlalu memperhatikan harga “just take it”. Supervisor kami sangat bersemangat untuk berbelanja , jadi sempet mikir ini “dia” yang nganterin kita atau “kita” yang nganterin dia belanja si ?? (ya ampyun.. :( ). Jadi “serem” juga liat gaya belanja mereka “pilih”, “ambil”, “bayar”, harga ??? “dont even think about it !!”, kalo inget harga pakaian mereka trus dikonversi ke mata uang indo waaaaa.. kayanya bajunya “mahal-mahal”.

     Abaya ??, kebetulan saat itu ada yang mau beli abaya baru, di toko abaya dua orang teman kami ini sibuk milih2 abaya. Peraturan sakan melarang abaya yang “berornamen ” (yang ada too much manik-manik atau kristalnya “haram”) jadi hanya yang hitam polos. Setelah memilih satu abaya mereka berdua menawar harga abaya dan few minutes after buy kami berdua (D&G) jadi tau berapa haraga abaya mereka… sekitar 250 SR .. Sesaat kami merenung  250×2500 rupiah jadi… 625 ribu !! what ??? mahal buangeeeeeet!!!!   (Jadi sedih kalau inget di negara kita banyak yang kelaparan and you spent this much amount just for this ? :( ) hanya untuk sepotong abaya ????? (tanpa “teman-teman”nya loh). Setelah itu supervisor mengajak kami semua untuk “istirahat” sebentar di kios “starbucks” (gubraks..  ) ya.. beberapa teman kami beli kopi dan makanan, kami berdua cuman senyum-senyum aja dan menolak dengan halus sewaktu ditawarkan “ga mau beli cemilan or something ?”. Setelah driver datang, kami pun pulang ke sakan.

     Sore itu kami cuman beli satu potong baju yang menurut kami harganya masuk akal, itu juga karena ga enak sama mereka karena teman kami yang menjadi pentarjim selalu bertanya.. “ga beli apa-apa?”. Pulang dari shopping jadi tau rasanya belanja sama saudi girl. Paling tidak lain kali kalo mau belanja kami harus bilang “mau ke toko yang murah atau harganya masuk akal untuk orang Indonesia” (nah ini harus tebel muka, biasanya nanti diomongin pake bahasa arab) dan kalo bisa tidak bareng sama teman2 yang lain(ya biar ga kena serangan jantung mendadak ketika melihat mrk belanja!!!).

Note :
Buat yang mau “meminang ” gadis saudi, Semoga cerita ini menjadi “cambuk” untuk menabung (nabung terus bung !!!=) ). Tidak semua yang pake abaya menjadi “ah bahaya !” (kalo ngeliat gaya hidup mereka), ada juga yang “abaya beneran” tapi kalo di sakan kami “suwayyyah” :)   , maka telitilah anda dalam “memilih” waspadalah ! waspadalah !!…

Edited and Published by: D & G
 

Comments (5)

Ah, mereka hebat !!!

 Sekedar berbagi “pelajaran “ hidup dari para TKW saat haji           

Pertemuan kami berawal ketika kami dikumpulkan di ”mabes” kantor travel haji. Saat itu ruangan yang mulanya sepi dengan TKW beberapa saat kemudian menjadi ramai dengan obrolan dan canda. Setelah berkenalan kami pun menjadi akrab dengan mereka. Sederhana, cuek, blak-blakan..kesan yang dapat kami tangkap selama berhaji dengan mereka. Tapi ada satu hal yang membuat kami kagum.. ya ! “keinginan mereka untuk haji” .

          Kebanyakan dari mereka (paling tidak yang satu ruangan dengan kami saat haji) memiliki gaji berkisar antara 600-700 SR/bulan (uang dipegang majikan). Gaji tersebut pun akan mereka bagi dengan keluarga mereka di Indonesia. Mereka ada yang sudah berkeluarga dan ada yang belum, ada pula yang menjadi orang tua tunggal karena cerai dengan suami. Ketika berhaji paling tidak mereka harus menyisihkan sekitar 2000 SR. Belum lagi uang pegangan di kantong untuk keperluan lain saat haji.

             Setelah haji yang “sangat melelahkan” (tidak menafikan juga kalau haji sangat menyenangkan buat kami ) mereka pun harus “langsung” bekerja. Majikan mereka tidak ambil pusing dengan ”kondisi”mereka setelah pulang haji. Ini terlihat ketika mereka diabsen (dipanggil namanya) ada yang tidak menyahut (sengaja), agar pulang lebih lambat dari waktu yang seharusnya.Di rumah majikan pun mereka harus bisa ”tahan” dengan tekanan psikologis. Kadang ”dibentak”, disuruh dengan menggunakan kaki, ada juga yang pernah bercerita kalau majikannya ”jijik” melihat mereka sehingga tidak boleh menyentuh makanan.

          Yah .. setelah bertahun-tahun hidup di ”penjara” di rumah majikan (ada yang tidak boleh keluar kehalaman rumah, ada yang boleh: kalau ada majikan laki2 harus tinggal di kamar), dibatasi dalam hal komunikasi (beberapa dari mereka tidak diizinkan memiliki hp), bekerja tanpa henti terutama ketika hari raya (biasanya banyak tamu, kadang majikan juga membawa mereka ketika akan ada pesta, sehingga mereka dikumpulkan bersama pembantu yang lain dan bekerja ”rodi” bersama) dan hal lain lagi yang mungkin ”tdk terbayangkan” kalau tidak berinteraksi langsung dengan mereka dan ”berbagi” pengalaman.           

         Menurut kami ”mereka hebat !”, dengan kondisi kehidupan sehari-hari yang seperti itu mereka masih bisa hidup dan ”tidak terganggu secara psikologis” saja sudah cukup Subhanallah, belum lagi ketika pulang mereka harus menghadapi masalah2 keluarga mereka masing2 (kebanyakan dari mereka keadaan ekonominya tidak stabil).

Yah ”mereka hebat !!”, meskipun kebanyakan dari mereka ”less educated” at least mereka sudah ”mengamalkan” ilmu yang mereka punya. How about us ???…  

Knowledge is NOTHING !!! Without practice… 

Edited and Published by : D & G

Comments (2)

Buat Calon Penumpang Saudia Airlines

 

PENTING !! Segera confirm ke kantor Saudia Airlines terdekat sebelum keberangkatan, sehari sebelumnya, atau beberapa hari sebelumnya. Dan lakukan city check-in atau boarding, atau apalah namanya, pokoknya amankan seat antum.

Check-in di bandara, sekalipun 3 jam sebelum berangkat tidak menjamin bisa dapet seat walaupun tiket sudah confirmed OK jauh hari sebelumnya. Lho??? Kenapa?

Ini masalahnya : Misal pesawat berkapasitas 400, maskapai menjual seat sampai 500. Lho ???? Kenapa ??? Supaya seat pesawat ga kosong. Lho ???? Lha gimana kalo 400 penumpang sudah check-in? Gimana nasib 100 penumpang sisanya?  Ya itulah yang terjadi pd penumpang yg check-in di bandara. Kami harus menunggu sampai setengah jam sebelum take-off (SETENGAH JAM!! Untuk penerbangan internasional !!). Untuk tahu ada penumpang yang cancel/belum datang. Artinya tiket OK pun masih jadi CADANGAN. Hiks….  Apalagi yang statusnya cadangan (waiting). Jangan berharap lah.

Ga tau apa sebabnya maskapai ini mengeluarkan kebijakan seperti itu. Mungkin karena orang-orang Saudi kebiasaannya begitu, banyak yg cancel. Mungkin jg karena terlalu banyak fasilitas yg memudahkan mereka utk check-in dan pindah flight, macem city check-in, ada jg online check-in (baru tahu nih). Check-in tp deket2 berangkat eh ga jadi. Semoga fasilitas utk memudahkan bukan malah jd fasilitas utk menggampangkan (memudah2kan). 

Ketika masuk pesawat…. Masih ada kebengongan yg lain. Mungkin krn sebab semrawutnya check-in atau sebab lain ga tau, nomor tempat duduk kacau sekali. Satu rombongan atau satu keluarga bisa terpisah-pisah jauh2. Maka yang terjadi adalah, masing-masing berusaha cari tempat duduk yang diinginkan. Tuker sana tuker sini. Sampe beberapa menit sebelum take-off para penumpang masih berseliweran cari tempat duduk yang kosong. Sampe2 pilot menyuruh para penumpang untuk duduk di tempat duduk masing2, kemudian menyuruh flight attendants utk menutup pintu pesawat.  Wah….  Akhirnya berangkat.

Alhamdulillah pesawatnya lumayan lah, ya sekelas Garuda. Flight attendant-nya pun kebanyakan orang Indonesia. Yang mengagumkan, ketika pesawat mau berangkat disiarkan dengan pengeras suara doa safar dan doa naik kendaraan, yang dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jadi hati rasanya tenang.

Semoga nanti teman2 sampai di Jakarta, Bandara Soekarno Hatta sudah beres, setelah kemarin 2 hari ditutup dan banyak pesawat delay karena hujan badai dan banjir. Hanya ada kabar, Bandara Halim sedang disiapkan untuk menerima penerbangan domestic Garuda, katanya mau dipindah. Ini kabar masih belum jelas.

Semoga Allah melindungi kita semua, kumpul dengan keluarga dan balik lagi ke Riyadh dengan selamat.

Leave a Comment

lagu tuk garantor

Ingat tidak dengan lagu “begini nasib jadi bujangan”? bagi yang ingat pasti anda bisa melagukan lirik dibawah ini. Silahkan mencoba!

begini naaasib jadi garantor
kemana-mana, diberi luka
tiada orang yang peduli.

reff:
hati senang walaupun tak punya uang oiii
hati puyeng karena slalu dibuat pusing.
#apa senaaaangnya jadi garantor?
kemana-mana, tidak digubris
hidupnya! penuh deengan saaabar.

reff:
hati senang walau harus dipontang panting ooiiiii!
hati senang walaupun tak enak makan oiiiii
hati senang walau terus dibikin omong!.

Demikian lagu ini diciptakan, bila ada kata-kata yang tidak enak dihati! Kami para pengamen sakan mohon maaf yang segede-gedenya. Terima kasih.

riyalain-riyalain sumbangannya mas!

Comments (1)

Waspadalah… Waspadalah… Waspadalah!!!

Waspadalah! Waspadalah!! Waspadalah! Wahai PARA GARANTOR

Buat rekan-rekan garantor, apabila ada yang dijamin tidak pulang, jangan kuatir, sebagai mantan garantor berpengalaman akan membagikan langkah-langkah apabila yang digaransi mbablas mbegogok di Indonesia atau ke Australia, Jepang, Amerika, atau cuma sekedar ke Mangga Dua…

Ibaratnya, saya sebagai garantor kawakan, melalui block (eh… blog… ) ini… menyediakan payungnya sebelum hujannya. Nah… apabila Sodara-sodara garantor menjumpai kejadian yang diluar dugaan maupun sudah diduga, bahawasannya yang digaransi ternyata tidak bisa lagi membawa paspor dan dirinya ke meja imigrasi lantai 4, maka berikut adalah langkah-langkahnya. Tampaknya sediakan waktu minimal 3 (TIGA) MINGGU SAJA untuk menyelesaikan semua. Berikut adalah langkah-langkahnya, perhatikan dan waspadalah… waspadalah… waspadalah!!…

 

  1. Ketika Sodara merasa ada yang tidak beres, bersegeralah menghadap imigrasi. Kalo perlu ada surat pengunduran diri bisa didapat. Bila Sodara yang dijamin (Sebut Saja Kori) kabur dan tidak meninggalkan atau sodara garantor tidak dititipi uang dan tidak pula berkirim surat pengunduran diri, maka yang sodara lakukan adalah meminta kejelasan dari sodara Sebut Saja Kori. Kalo bisa Garantor pegang uang untuk denda atau bayar taksi karena memang memerlukan pergi ke gedung press Riyadh dan departemen transportasi Riyadh… Blaik!!!

  2. Berikutnya sodara akan dibawa bak pesakitan ke Nassir Ahmad (lantai 4), pojok. Abdullah paspor akan menceritakan ke Nassir Ahmad tentang kondisi Garantor dan Sebut Saja Kori yang tidak kembali. Nha.. di situ tunggu sekitar 1 jam untuk koordinasi Nassir Ahmad, serta Nassir Ahmad akan menulis surat ke College. Nassir Ahmad akan bilang tunggu 4 hari kerja. Ke sini lagi untuk surat dari College yang menyatakan kaburnya Sodara Sebut Saja Kori.

    Setelah 4 hari, Garantor harus kembali. Sayangnya, waktu garantor kawakan, Sebut Saja Agung ini, ternyata Nassir Ahmad belum mbuat suratnya.. trus akhirnya disuruh menyediakan Surat tentang pengunduran diri/kaburnya guarantee. Selain itu saya diminta pula ke bagian Rotib untuk meminta keterangan bahwa cek gaji terakhir masih ada. Dengan mas Tri saya ke sana dan dengan bantuan mutarjim, saya akhirnya mendapat catatan kecil bahasa arab tentunya. Lembar itu saya berikan ke Ahmad Nassir.

  3. Hari kelima. Dari situ, saya ke College CIS… menunggu Vice Dean hingga siang untuk membicarakan masalah ini. Alhamdulillah, setelah bicara, Vice Dean akhirnya menelepon Fahad. Fahad sekretaris bilang besok pagi jam 8.30.

  4. Hari keenam saya pagi2 tongkrongin kantornya… setelah bicara-bicara, Fahad koordinasi dengan pihak universitas. Sempat saya disuruh datang lagi jam 9, trus disuruh lagi jam 10 menghadap. Duh… Alhamdulillah… surat asli jadi. Tentunya dengan dicatat dulu di bagian sekretariat. Segera pada siang itu saya bawa ke nassir Ahmad kembali. Setelah itu, saya menunggu sekitar 2 jam untuk nassir Ahmad menulis surat menindaklanjuti hal ini. Dari sini Nassir Ahmad meminta untuk mendatangi bagian Computer Center (lantai 4, dekat yang buat ta’rif) untuk penghapusan nama guarantee dari sistem. Setelah itu saya disuruh minta tanda tangan Ahmad At Tayyar. Setelah itu disuruh ke General Office lantai 3. Namun karena sudah tutup, sore… saya harus kembali hari kerja berikutnya.

  5. mudiridarohmaliyah.jpg

    Read the rest of this entry »

Leave a Comment

Buat para Blogger di Sakan…persiapan

Arab Saudi Jebloskan Blogger ke Tahanan
Fino Yurio Kristo – detikinet
 Riyadh
Fouad al-Farhan (32) menjadi blogger pertama yang digelandang aparat Arab Saudi gara-gara menulis tentang masalah politik di dunia maya. Penangkapannya dikonfirmasi langsung oleh Menteri Dalam Negeri Arab Saudi.
Penahanan Farhan ini mengejutkan para pengguna internet di Arab Saudi, khususnya para blogger yang jumlahnya mencapai sekitar 600 orang. Mereka tak mengira penahanan blogger akhirnya akan terjadi di negaranya, seperti halnya di negara tetangga seperti Bahrain, Kuwait atau Mesir.

Kementrian Dalam Negeri Arab Saudi hanya menyatakan Farhan ditahan untuk diinterogasi atas pelanggaran peraturan. Namun dalam suratnya yang ditulis sebelum ditahan, Farhan mengungkapkan penahanannya disebabkan karena ia menulis tentang tahanan politik negeri itu yang ditangkap secara semena-mena dengan alasan terorisme.

Farhan sebelumnya diminta untuk meminta maaf soal tulisannya itu. Namun ia menolaknya sehingga kebebasannya direnggut dan harus dijebloskan ke tahanan. Seperti dikutip detikINET dari TheIndependent, Kamis (3/1/2008), blog Farhan yang membahas tentang masalah sosial itu termasuk yang situs yang paling banyak dibaca di Arab Saudi.
( amz / amz )

sumber asli : klik sini

Leave a Comment

Tujuh Keajaiban Dunia

Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramida di mesir, inilah semua keajaiban dunia (lama) yang kita kenal. Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, karena di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. Mungkin para pembaca bertanya-tanya, keajaiban apakah itu?

Lanjutkan di sini ….

Leave a Comment

Kapan Kita Akan Menikmati Keindahan?

Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama.Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.

Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya.

Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan “Selamat Jalan”. Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, “Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat.” Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, “Permennya saya lupa makan!”

Read the rest of this entry »

Comments (1)

« Newer Posts · Older Posts »