Archive for February, 2008

KUALITAS PENDIDIKAN TERBAIK DI DUNIA

Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat
pertama di dunia? Kalau Anda tidak tahu, tidak mengapa karena memang banyak
yang tidak tahu bahwa peringkat pertama untuk kualitas pendidikan adalah
Finlandia.

Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki, dimana perjanjian
damai dengan GAM dirundingkan, ini memang begitu luar biasa sehingga membuat
iri semua guru di seluruh dunia.

Peringkat I dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei
internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for
Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan
nama PISA mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga
Matematika. Hebatnya, Finlandia
bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam
pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat
semua siswanya cerdas.

Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia? Dalam masalah
anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan
rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara
lainnya.

Finlandia tidaklah mengenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar,
memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir
siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia mulai sekolah pada
usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada
usia 7 tahun,
dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu.
Bandingkan dengan Korea,
ranking kedua setelah Finnlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam
perminggu

Lalu apa dong kuncinya? Ternyata kuncinya memang terletak pada kualitas
gurunya. Guru-guru Finlandia boleh dikata adalah guru-guru dengan kualitas
terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi
yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah
menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di
sekolah-sekolah pendidikan dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima,
lebih ketat persaingainnya ketimbang masuk ke fakultas bergengsi lainnya
seperti fakultas hukum dan kedokteran!

Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya dipasok oleh siswa dengan
kualitas seadanya dan dididik oleh perguruan tinggi dengan kualitas seadanya
pula. Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan dan pelatihan guru
yang berkualitas tinggi tak salah jika kemudian mereka dapat menjadi
guru-guru dengan kualitas yang tinggi pula.

Dengan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas
apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan
buku teks yang mereka pilih sendiri. Jika negara-negara
lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang
sangat penting bagi kualitas pendidikan, mereka justru percaya bahwa ujian
dan testing itulah yang menghancurkan tujuan belajar siswa. Terlalu banyak
testing membuat kita cenderung mengajar siswa untuk lolos ujian, ungkap
seorang guru di
Finlandia. Padahal banyak aspek dalam pendidikan yang tidak bisa diukur
dengan ujian. Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui
kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan
ke perguruan tinggi.

Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Inimembantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri,
kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia. Dan kalau
mereka bertanggungjawab mereka akan bekeja lebih bebas.Guru tidak harus
selalu mengontrol mereka.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari
sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika
mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak belajar
apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh guru. Disini
guru tidak mengajar
dengan metode ceramah, Kata Tuomas Siltala, salah seorang siswa sekolah
menengah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Terlalu banyak
komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak
menyenangkan, sambungnya.

Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yang membuat
Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia
sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan
merupakan yang terbaik menurut OECD.

Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan
untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan
prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan
tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian
datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa
bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka
berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut
mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan
membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka
dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya
diminta
membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa
lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan
agar bangga terhadap dirinya masing-masing.

Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa
tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan sistem pendidikan di
Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran,
toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi.
Kalau saya gagal dalam
mengajar seorang siswa, kata seorang guru, maka itu berarti ada yang tidak
beres dengan pengajaran saya! Benar-benar ucapan guru yang sangat
bertanggungjawab.

Diambil dari Top of the Class – Fergus Bordewich

Oleh : Andri Aji Saputro

Comments (1)

DEFINISI HIDUP

Selama ini kita mungkin sudah terlalu enjoy dengan hidup kita, sampai lupa apa arti sebenarnya hidup. Berikut ini beberapa penjabaran tentang hidup dari berbagai sisi profesi dan jabatan. Namun ada satu pertanyaan dari masing-masing kategori yang belum bisa dijawab, tugas kita adalah menjawab pertanyaan-pertanyan itu.

Hidup bagi seorang dosen adalah bagaimana ia bisa mengajarkan setiap ilmunya pada mahasiswanya.

Terus bagaimna hidup menurut mahasiswa ..?

Hidup bagi seorang mekanik adalah berjalanya fungsi semua bagian mesin sehingga mesin itu mampu berbunyi dan menghasilkan gerak yang efektif dan efisien.

Terus bagaimana hidup menurut mahasiswa teknik mesin?

Hidup bagi seorang teknisi listrik adalah berjalannya ion-ion penghantar dalam jaringan, sehingga dapat mengalirkan arus. Baik arus searah maupun bolak-bolik

Terus bagaimana hidup menurut mahasiswa teknik elektro?

Hidup bagi seorang pemborong dan tukang gambar bangunan adalah berdirinya bangunan yang selaras dengan lingkungan tanpa menghilangkan nilai kenyamanan,keamanan dan keindahan.

Terus bagaimana hidup bagi seorang mahasiswa teknik sipil dan arsitektur?

Hidup bagi seorang petani adalah tumbuh dan berhasilnya tanamannya dikebun dan sawah sehingga dapat menghasilkan bulir-bulir yang dapat dimakan untuk keluarga dan masyarakatnya.

Terus bagaimana hidup menurut mahasiswa Agriculture dan food sciences?

Hidup bagi seorang informan adalah sampainya pesan yang diberikan dari sumber ke penerima tanpa mengurangi atau melebihkannya sehingga pesan itu dapat berguna bagi orang lain.

Hidup bagi seorang ahli bahasa adalah bunyi vokal yang mampu membentuk kalimat dari rangkaian huruf, sehingga kalimat itu bermakna.

Terus bagaimana hidup menurut mahasiswa Lughah?

Hidup bagi seorang dai adalah berjalanya seruan seruan islam ke seluruh umat manusia sehingga rahmat dapat meliputi seluruh muka bumi.

Terus bagaiman hidup menurut mahasiswa Syariah dan dirosah islamiyah?

Hidup bagi seorang dokter adalah berjalanya detak jantung sehingga darah masih mengalir diseluruh tubuh.

Terus bagaimana hidup menurut mahasiswa kedokteran?

Hidup bagi seorang imam masjid adalah menjaga bacaan sholatnya sehingga bisa membawa kekhusyukan jama’ah.

Terus bagaimana hidup menurut jama’ah?

Hidup bagi seorang ahli tanaman adalah berjalannya fungsi jaringan tumbuhan dalam transfer makanan dan air.

Terus bagaimana hidup menurut mahawasiswa botany?

Hidup bagi seorang mahasiswa asing adalah memberikan potennsi jiwanya untuk belajar dan mengabdi untuk memperluas ilmu pengetahuan.

Terus bagaimana hidup menurut garantor?

Hidup bagi seorang istri adalah pengabdian kepada suami dan menjaga hak hak suami dirumah sehingga terjauhkan dari fitnah.

Terus bagaimana hidup menurut wanita yang belum menikah?

Hidup bagi seorang suami adalah menghidupi keluarga dan mendidiknya dalam lingkungan yang baik.

Terus bagaimana hidup menurut bujangan?

Terakhir, kenapa kita hidup?

Leave a Comment

MITOS IMUNISASI

Imunisasi merupakan cara terbaik untuk melindungi anak dari berbagai macam penyakit. Anda mendengar hal ini dari dokter, media masa, brosur di klinik, atau teman-teman Anda. Tetapi, apakah Anda pernah berpikir ulang tentang tujuan imunisasi? Pernahkah anda meniliti lebih lanjut terhadap isu-isu dan cerita mengenai sisi lain imunisasi (yang tidak pernah diinformasikan oleh dokter)? Baiklah, mari kita ikuti lebih lanjut…
Serangkaian imunisasi yang terus digiatkan hingga saat ini oleh pihak-pihak terkait yang katanya demi menjaga kesehatan anak, patut dikritisi lagi baik dari segi kesehatan maupun syariat. Teori pemberian vaksin yang menyatakan bahwa “memasukkan bibit penyakit yang telah dilemahkan kepada manusia akan menghasilkan pelindung berupa anti bodi tertentu untuk menahan serangan penyakit yang lebih besar. Benarkah?
Tiga Mitos Menyesatkan
Vaksin begitu dipercaya sebagai pencegah penyakit. Hal ini tidak terlepas dari adanya 3 mitos yang sengaja disebarkan. Padahal, hal itu berlawanan dengan kenyataan. Effektif melindungi manusia dari penyakit.Kenyataan: Banyak penelitian medis mencatat kegagalan vaksinasi. Campak, gabag, gondong, polio, terjadi juga di pemukiman penduduk yang telah diimunisasi. Sebagai contoh, pada tahun 1989, wabah campak terjadi di sekolah yang punya tingkat vaksinasi lebih besar dari 98%. WHO juga menemukan bahwa seseorang yang telah divaksin campak, punya kemungkinan 15 kali lebih besar untuk terserang penyakit tersebut daripada yang tidak divaksin. Imunisasi merupakan sebab utama penurunan jumlah penyakit.Kebanyakan penurunan penyakit terjadi sebelum dikenalkan imunisasi secara masal. Salah satu buktinya, penyakit-penyakit infeksi yang mematikan di AS dan Inggris mengalami penurunan rata-rata sebesar 80%, itu terjadi sebelum ada vaksinasi. The British Association for the Advancement of Science menemukan bahwa penyakit anak-anak mengalami penurunan sebesar 90% antara 1850 dan 1940, dan hal itu terjadi jauh sebelum program imunisasi diwajibkan.Imunisasi benar-benar aman bagi anak-anakYang benar, imunisasi lebih besar bahayanya. Salah satu buktinya, pada tahun 1986, kongres AS membentuk The National Childhood Vaccine Injury Act, yang mengakui kenyataan bahwa vaksin dapat menyebabkan luka dan kematian.
Racun dan Najis? Tak Masuk Akal
Apa saja racun yang terkandung dalam vaksin? Beberapa racun dan bahan berbahaya yang biasa digunakan seperti Merkuri, Formaldehid, Aluminium, Fosfat, Sodium, Neomioin, Fenol, Aseton, dan sebagainya. Sedangkan yang dari hewan biasanya darah kuda dan babi, nanah dari cacar sapi, jaringan otak kelinci, jaringan ginjal anjing, sel ginjal kera, embrio ayam, serum anak sapi, dan sebagainya. Sungguh, terdapat banyak persamaan antara praktik penyihir zaman dulu dengan pengobatan modern. Keduanya menggunakan organ tubuh manusia dan hewan, kotoran dan racun (informasi ini diambil dari British National Anti-Vaccination league)
Dr. William Hay menyatakan, “Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatannya. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.” ….. (Immunisation:The Reality behind the Myth)

Makhluk Mulia Vs Hewan
Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia merupakan khalifah di bumi, sehingga merupakan ashraful makhluqaat (makhluk termulia). Mengingat keunggulan fisik, kecerdasan, dan jiwa secara hakiki, manusia mengungguli semua ciptaan Allah yang ada. Manusia merupakan makhluk unik yang dilengkapi sistem kekebalan alami yang berpotensi melawan semua mikroba, virus, serta bakteri asing dan berbahaya.
Jika manusia menjalani hidupnya sesuai petunjuk syariat yang berupa perintah dan larangan, kesehatannya akan tetap terjaga dari serangan virus, bakteri, dan kuman penyakit lainnya. Sedangkan orang-orang kafir, mengangap adanya kekurangan dalam diri manusia sebagai ciptaan Allah, sehingga berusaha sekuat tenaga memperkuat sistemn pertahanan tubuh melalui imunisasai yang tercampur najis dan penuh dengan bahaya.
Manusia merupakan makhluk yang punya banyak kelebihan. Terdapat perbedaan yang mencolok antara manusia dengan hewan tingkat rendah. Apa yang dapat diterapkan padanya tidak cocok bagi hewan, demikian juga sebaliknya. Namun, orang-orang atheis menyamakan hewan dengan manusia, sebab mereka menganut teori evolusi manusia melalui kera yang sangat “menggelikan”. Oleh karena itu, mereka percaya bahwa apa yang dimiliki hewan dapat secara aman dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Jadi, sel-sel hewan, virus, bakteri, darah, dan nanah disuntikkan ke dalam tubuh manusia. Logika setan ini adalah menjijikkan menurut Islam.Imunisasi digembar-gemborkan sebagai suatu bentuk keajaiban pencegahan penyakit, padahal faktanya cara itu tidak lebih hanya sebagai proyek penghasil uang para dokter dan perusahaan farmasi. Dalam kenyataannya, imunisasi lebih banyak menyebabkan bahaya daripada kesehatan. Bahkan, mengacaukan proses-proses alami yang ada dalam ciptaan-Nya. Nah, dengan paparan singkat ini, orang tua mana yang merasa tidak takut untuk memberikan imunisasi pada anaknya? (dsw)www.missionislam.com/conissues

Leave a Comment

Ijinkan Aku Jadi Bagian Cinta Suamimu

Teriring doa semoga kita senantiasa dalam lindungan, rahmat, berkah, dan ampunan Allah.Kakak (izinkan aku memanggilmu begitu), aku ingin berbagi kisah suka, duka, manis, dan pahitnya kehidupanku. Izinkan aku berkenalan denganmu lewat tulisan ini. Aku seorang pengembara dari tanah pasundan, bekerja di bidang sosial membantu anak-anak yatim dan terlantar. Tujuh tahun aku bekerja menjadi ibu asuh mereka.
Kakak…, aku yakin dirimu adalah wanita salihah yang lembut dan berbudi tinggi. Berbahagialah kakak punya suami yang baik, tampan, bijak, adil, dan berpendidikan tinggi. Itu mungkin buah kesalihanmu. Kakak, kuberharap engkau mau menyimak sekelumit kisahku ini.

Dulu sebelum nikah, aku pernah bercita-cita agar suamiku kelak berpoligami. Agar aku punya teman dalam memperjuangkan Islam dan berbagi rasa dengan akhwat lain. Tambahan lagi, jumlah wanita 5 kali dari pria. Kondisi inilah yang juga membuatku lebih menerimanya, agar akhwat lain dapat terhindar dari perbuatan zina dan lebih terlindungi.
Namun, qadarullah…, cita-citaku jadi istri pertama tidak terkabul. Hampir 1 tahun ini, kumenikah dengan pria beristri. Suatu hal yang tak pernah kuimpikan sebelumnya. Takdir Allah tak ada yang dapat menghalangi, kumenjadi istri kedua dari suamimu.
Kakak…, maafmu kumohon. Aku tak tahu apa yang harus kukatakan dan lakukan padamu. Aku bingung, takut menyakiti dan mengecewakanmu. Juga menyakiti keluarga suamiku. Aku ingin sekali bisa silaturahim denganmu dan keluarga suamiku, tapi apa mungkin…? Bisakah kalian menerimaku? Sungguh, tak pernah terbersit pun dalam hatiku untuk menyakiti dan mengecewakanmu. Aku ingin engkau jadi istri pertama yang bahagia, pintu surga terbuka lebar bila kakak ikhlas dimadu.
Kak…, izinkan aku ikut membangun rumah tangga islami, sakinah, mawaddah, wa rahmah yang diridhai Allah bersama dengan suamimu. Kakak, mengapa kumenikah dengan suamimu? Kuyakin dia lelaki yang salih, insyaallah mampu berbuat adil. Yang lebih penting, dia mau menerimaku apa adanya. Diriku yang usianya lebih tua dan dari keluarga besar yang pas-pasan tak menghalangi niatnya “menyelamatkanku”. Aku bahagia, cita-citaku bersuami aktifivis dakwah terkabul. Aku berharap bisa belajar darinya.
Aku juga takut kesendirianku ini menjadi fitnah. Aku bukanlah wanita suci yang bersih hatinya, seperti Rabiah Al Adawiyah. Waktu itu, aku frustasi dan trauma dengan kehidupan. Kumerasa hidup ini tak berguna, dan hampir-hampir putus asa. Aku tak mau menikah saat itu.
Kemudian beliau menyadarkanku agar kembali bertaubat di jalan Allah. dengan sabar dan tekun menasihatiku. Setiap 1/3 malam dia miss call aku agar terbangun dan melaksanakan salat malam. Alhamdulillah, setelah hampir 1 ½ bulan , kumerasa “hidup” lagi. Aku merasa dosa-dosaku telah diampuni-Nya.
Aku memohon pada Allah agar dapat berjumpa dengan beliau. Dengan orang yang telah menyadarkan dan membimbingku kembali pada Allah. Tepat Bulan Ramadhan, aku menikah dengan suamimu, Kak. Beliau mengunjungiku rata-rata 3 hari sebulan, atau maksimal 4 hari. Bahkan, pernah 2 bulan tak mengunjungiku. Terus terang, aku belum meraskan seperti apa rumah tangga yang sebenarnya. Aku merasa seperti “pacaran” dengan beliau. Tapi, aku tetap bahagia.
Aku sadar, tempat tinggalku sangat jauh dari tempat tinggal beliau. Untuk mengunjungiku, banyak yang harus dikorbankannya. Kesibukannya sebagai juru dakwah, tentu menyita banyak waktu. Belum lagi biaya transportasi yang mahal, karena perlu 13 jam untuk menuju tempat tinggalku. Selain itu, tentu saja akan sangat melelahkan dan perlu pengorbanan yang luar biasa.
Belum lagi beliau harus memikirkan 2 istri yang berkarakter beda. Tambahan lagi, anak-anak yang masih kecil butuh perhatiannya. Subhanallah, sebuah pekerjaan yang tidak ringan dan sangat melelahkan. Kasihan suami kita Kak. semoga Allah memberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi semua ini, juga memberi kemudahan dalam menjalaninya. Suamiku, semoga Allah membalas kebaikanmu dengan pahala yang berlipat ganda, doaku menyertaimu. Hanya doa yang baru dapat kuberikan.
Kakak…, sebenarnya aku juga ingin lebih banyak berbuat baik dan mengabdi pada suami kita, seperti Engkau yang bisa dekat dengannya. Bahagia sekali rasanya. Tapi aku sadar, harus lebih bersabar dan perlu waktu yang sangat panjang. Karena sampai saat ini, kakak dan keluarga beliau belum tahu tentang hal ini. Sehingga aku belum yakin apakah diterima sebgai keluarganya.
Aku masih belum berani terus terang. Entahlah, sampai kapan aku harus begini, hanya Allah yang tahu. Sebenarnya aku pernah mengusulkan pada suami kita, agar aku bisa tinggal dalam satu rumah, supaya tidak terlalu jauh dan meringankan bebannya. Tapi, beliau belum bisa menerimanya.
Kakak…, maafkan aku ya?! Terkadang aku iri, kesal, dan sedih menghadapi kenyataan ini. Tapi hal itu bukanlah solusi dan hanya akan menggelincirkanku lagi ke jalan setan. Aku tak ingin larut kembali dalam dosa. Sebab, menjadi istri kedua merupakan pilihanku. Untuk menetralisir hal itu, aku lebih banyak berdzikir pada-Nya dan menambah kesibukan. Alhamdulillah, hatiku jadi terang kembali dan selamat dari godaan setan.
Aku berharap pernikahan ini mendapatkan berkah-Nya. Aku berdoa agar suatu hari nanti, kakak bisa menerimaku apa adanya. Sehingga cita-cita kita membangun rumah tangga yang penuh berkah dapat terwujud. Memang tidak mudah membangunnya dengan poligami, walau seabrek teori telah kita pelajari. Kita harus yakin, insyaallah dapat mewujudkannya. Dengan adanya saling pengertian di antara kita, tahu antara hak dan kewajiban istri pertama dan kedua, kita rasakan bersama keindahaan rumah tangga yang kita bangun dengan suami kita. Kita bisa jadi istri yang baik.
Kakak…, engkau harus bahagia. Anak-anak yang lucu, menjadi qurrata a’yun bagi kita, harapan masa depan, menjadi generasi yang salih dan salihah yang berbakti pada Allah, orang tua, dan agama. Kakak, aku juga bersyukur dengan janji Allah kepada hamba-hamba-Nya. Setelah aku menikah, ada saja rezeki yang tak terduga-duga. Alhamdulillah, Allah memang Maha Adil kepada semua hamba-Nya.
Kakak, kubaca:
An-Nur ayat 32. Ayat ini sangat menarik, berisi anjuran untuk menikah dan janji Allah yang akan mencukupkan rezeki pada hamba-Nya yang miskin yang mau menikah. Ayat tersebut memang benar. Aku dapat merasakan nikmat lahir dan batin yang kudapat setelah menikah. Jazakallah suamiku, dirimu mau menikahiku..
Rasulullah juga bersabda bahwa umatnya dilarang membujang, dianjurkan menikahi wanita yang subur sehingga di hari kiamat beliau bisa berbangga dengan umatnya yang banyak. Hadits itulah yang semakin meyakinkanku untuk menikah, walau harus dimadu.
Kakak…, jika kita sama-sama ikhlas, poligami itu indah. Menyatukan 3 hati yang berbeda, alangkah indahnya. Kalau kakak mau menerima poligami ini, berarti Engkau telah ikut menjaga nama baik dan martabat sesama wanita dengan ikut berusaha memperkecil perbuatan maksiat. Kakak karimah, marilah kita bersama membangun keluarga idaman yang sesuai tuntunan Islam.

Kakak…, inilah sekilas kisah hidupku, terimalah aku Kak…, dengan hati ikhlas dan tulus. Izinkan aku jadi bagian cinta suamimu. Mari kita bahagiakan suami kita Kak. Kita didik anak-anak kita jadi generasi salih dan salihah yang ikut menambah golongan muslim yang berakhlak mulia. Semoga kita bisa bersama di dunia dan akhirat.

Gun

Comments (3)

Larangan Ayat Al Qur’an Dijadikan Nada dering

Dengan judul asli: Hati-hati dengan Nada Dering Handphone kita!Apa hukum menggunakan adzan dan qira’ Alquran (murotal) dalam alarm/nada dering telepon (handphone) sebagai pengganti musik?

Berkata Al-Allamah Syaikh Shalih Bin Fauzan Al-Fauzan: Hal ini merupakan penghinaan atau termasuk merendahkan (penyalahgunaan) terhadap adzan, zikir, dan Alquran. Jadi, tidak seharusnya menjadikannya sebagai alarm (ring tones). Alquran tidak boleh dijadikan sebagai alarm/nada dering. Jika dikatakan: “Ini lebih baik daripada musik!” Bantahlah: “Ya, apakah kamu terpaksa dengan musik?! Tinggalkan musik dan taruhlah sesuatu yang ada sebagai ring tone, seperti bunyi normal. Sesuatu yang bukan mengandung musik ataupun yang mengandung Alquran. Sesuatu yang sederhana sebagai bunyi dering.

Fatwa Shaykh Shalih al-Fawzan dari kaset berjudul: Liqa’ Maftuh ma’a Asy-Syaikh Al-‘Allamah Shalih bin Fauzan Al-Fauzan (hafidhahullah) tanggal 10-23-1426 Hijriah.

Diterjemahkan oleh Abu Maulid

Sumber: http://www.fatwaislam.com/fis/index.cfm?scn=fd&ID=832

——————————————————————

Using Recitation of the Qur’aan as a Ring Tone Upon a Phone Question:What is your opinion regarding whoever places on the cell phone instead of Music, the Athaan or recitation of the Noble Qur’aan? Answer:This is degrading (or misusing) the Athaan, Thikr, and the Noble Qur’aan. So these should not be taken as alarms (i.e. ring tones). The Qur’aan is not to be taken for use as an alarm. It might be said: “This is better than music!” Ok, the music – are you forced to use it?! Leave the music, and put something that is an alarm tone (i.e. normal ringing). Something that does not contain music, nor does it contain Qur’aan. It should be a simple ring only.

Shaykh Saalih al-Fawzaan From a tape entitled: Liqaa’ Maftooh ma’a Ash-Shaikh Al-‘Allaamah Saalih bin Fawzaan Al-Fawzaan (hafidhahullaah). Dated 10-23-1426 Hijri. Translated by Aqeel Walker Upon www.Salafitalk.net
http://www.sahab.net/forums/showthread.php?threadid=344588

ما رأيكم فيمن يضع في الجوالِ بدلا مِن الموسيقى أذان أو قراءة القرآنِ الكريم؟


حكم استعمالِ الأذان والقرآن الكريم بدلا مِن الموسيقى في الجوالات
ما رأيكم فيمن يضع في الجوالِ بدلا مِن الموسيقى أذان أو قراءة القرآنِ الكريم؟
هذا امتهانٌ للأذانِ والذِّكر وللقرآن الكريم؛ فلا يُتخذ لأجل التنبيه.
ما يُتخذُ القرآنُ لأجل التنبيه؛ يُقال: هذا خيرٌ مِن الموسيقى ! طيب الموسيقا: أنت مُلزَم بها ؟!! اترك الموسيقى، ضع شيء منبِّه، لا فيه موسيقى، ولا فيه قرآن، منبه فقط.
[من شريط بعنوان: ” لقاء مفتوح مع الشيخ العلاّمة صالح بن فوزان الفوزان - حفظه الله- ” بتاريخ 23 -10-1426هـ].

Sumber: http://www.fatwaislam.com/fis/index.cfm?scn=fd&ID=832

Leave a Comment

beRitA PuenTIng

baGi Para caLoN JemAah YAng mAu pUlanG MohoN dIprHatiKAn SAran BERikut Ini:

dI MoHon

SeDuiA PuaYung seBeLUm HujaN

dan DimOhOn

SUedia DUayUng Untuk NUAik samPAN

BOERita INi diUmumKan menURut PArKiRAnaan YAng TueLah ADa!

aTAs PErhAtiAnnyA SayA UcaPkan TerIMa kAsiH.

Leave a Comment

Daftar kontak person

chafidz_chemeng_its@yahoo.co.id; leon077@gmail.com; dikki_nurrahman@yahoo.com; mas_imron_rosyadi@gmail.com; bambang05@gmail.com; syam_nur_hasan@yahoo.co.id; willerkasani@gmail.com; wimpy_karnanda@yahoo.com; alansoffan@gmail.com; aryawidyawan@yahoo.co.au; meranti_0412@yahoo.com; rina.komara@yahoo.com; sampomichi_rules@yahoo.co.id; boy.valenza@yahoo.com; jhonny_herwan@yahoo.com; sukem06@yahoo.com; eko_abdusyakur@yahoo.com; imilah_zuhdy@yahoo.com; eldwin_dj@yahoo.com; janwar_nurdin@gmail.com; divisi_503@yahoo.com; tonydwisusanto@gmail.com; qais_majun1@yahoo.com; pak_kori@yahoo.com; hanifandy@yahoo.com; aa.gung@yahoo.com; heru.susanto@lipi.go.id; muhammad.asdi@yahoo.com; asdiwae@yahoo.co.uk; tri_sasongko@hotmail.com; musayka@yahoo.com; letmr2002@yahoo.com; qadri_jumat@yahoo.com; nizaruddin@saudia.com; abed_pur@yahoo.com; cia_gt@yahoo.co.id; nofian_saputra@yahoo.com; abu_harist99@yahoo.co.id; jamil@yahoo.com

Yang belum tercantum silakan menambah sendiri.. Sukron…

Leave a Comment

Abaya vs Ah…bahaya..!


Tulisan ini sekedar info bagi  yang mau “meminang” gadis saudi dan berbagi “hikmah” setelah “shopping” dengan our friend from saudi.
 
    Sore itu, kita (D, G, dan satu teman kami di sakan) dah stand by di kantor administrasi mereka janji setelah ashar akan mengantarkan kami dan beberapa teman kami juga yang tinggal di sakan untuk pergi shopping. Awalnya kami sangat gembira ya :) !!.. akhirnya ke tempat lain juga selain dormitory, libary, hospital, and university  setelah beberapa bulan di riyadh.
   

     Jam empat berlalu, dan masih menuggu… ke supervisor dan di tarjim teman kami, jam setengah lima satu jam berlalu kami masih menunggu. Akhirnya jam lima kurang dikit.. setelah 3 orang lagi bergabung bersama kami ditambah dengan supervisor (1 orang) berangkatlah kami menuju tempat shopping.(saat itu tidak ada yang memberitahu kalau kami akan ke Geant).
    

     Waktu sudah dekat maghrib dan beberapa menit kemudian azan pun berkumandang. Toko-toko spontan tutup, supervisor mamutuskan untuk menunggu. Kami heran, kok ngga pada sholat magrhib ya ?, akhirnya kami memutuskan untuk bertanya ke teman (supervisornya tidak bisa bahasa Inggris) ternyata cuman karena tidak tahu dimana mushollanya  dan mau dijamak sholatnya. What ??  yah kita tidak sependapat dengan mereka waktu itu, setelah sedikit berargumen akhirnya kami sholat bareng di musholla Geant (ternyata  bisa kan ga di jamak, only 5 minutes !! tinggal nanya tempat sholatnya dimana !).

     Setelah sholat we start shopping,  ya yang membuat kami tidak nyaman “harganya mahal-mahal banget ” dan mereka si yah cuek-cuek aja beli-beli baju tidak terlalu memperhatikan harga “just take it”. Supervisor kami sangat bersemangat untuk berbelanja , jadi sempet mikir ini “dia” yang nganterin kita atau “kita” yang nganterin dia belanja si ?? (ya ampyun.. :( ). Jadi “serem” juga liat gaya belanja mereka “pilih”, “ambil”, “bayar”, harga ??? “dont even think about it !!”, kalo inget harga pakaian mereka trus dikonversi ke mata uang indo waaaaa.. kayanya bajunya “mahal-mahal”.

     Abaya ??, kebetulan saat itu ada yang mau beli abaya baru, di toko abaya dua orang teman kami ini sibuk milih2 abaya. Peraturan sakan melarang abaya yang “berornamen ” (yang ada too much manik-manik atau kristalnya “haram”) jadi hanya yang hitam polos. Setelah memilih satu abaya mereka berdua menawar harga abaya dan few minutes after buy kami berdua (D&G) jadi tau berapa haraga abaya mereka… sekitar 250 SR .. Sesaat kami merenung  250×2500 rupiah jadi… 625 ribu !! what ??? mahal buangeeeeeet!!!!   (Jadi sedih kalau inget di negara kita banyak yang kelaparan and you spent this much amount just for this ? :( ) hanya untuk sepotong abaya ????? (tanpa “teman-teman”nya loh). Setelah itu supervisor mengajak kami semua untuk “istirahat” sebentar di kios “starbucks” (gubraks..  ) ya.. beberapa teman kami beli kopi dan makanan, kami berdua cuman senyum-senyum aja dan menolak dengan halus sewaktu ditawarkan “ga mau beli cemilan or something ?”. Setelah driver datang, kami pun pulang ke sakan.

     Sore itu kami cuman beli satu potong baju yang menurut kami harganya masuk akal, itu juga karena ga enak sama mereka karena teman kami yang menjadi pentarjim selalu bertanya.. “ga beli apa-apa?”. Pulang dari shopping jadi tau rasanya belanja sama saudi girl. Paling tidak lain kali kalo mau belanja kami harus bilang “mau ke toko yang murah atau harganya masuk akal untuk orang Indonesia” (nah ini harus tebel muka, biasanya nanti diomongin pake bahasa arab) dan kalo bisa tidak bareng sama teman2 yang lain(ya biar ga kena serangan jantung mendadak ketika melihat mrk belanja!!!).

Note :
Buat yang mau “meminang ” gadis saudi, Semoga cerita ini menjadi “cambuk” untuk menabung (nabung terus bung !!!=) ). Tidak semua yang pake abaya menjadi “ah bahaya !” (kalo ngeliat gaya hidup mereka), ada juga yang “abaya beneran” tapi kalo di sakan kami “suwayyyah” :)   , maka telitilah anda dalam “memilih” waspadalah ! waspadalah !!…

Edited and Published by: D & G
 

Comments (5)

Ah, mereka hebat !!!

 Sekedar berbagi “pelajaran “ hidup dari para TKW saat haji           

Pertemuan kami berawal ketika kami dikumpulkan di ”mabes” kantor travel haji. Saat itu ruangan yang mulanya sepi dengan TKW beberapa saat kemudian menjadi ramai dengan obrolan dan canda. Setelah berkenalan kami pun menjadi akrab dengan mereka. Sederhana, cuek, blak-blakan..kesan yang dapat kami tangkap selama berhaji dengan mereka. Tapi ada satu hal yang membuat kami kagum.. ya ! “keinginan mereka untuk haji” .

          Kebanyakan dari mereka (paling tidak yang satu ruangan dengan kami saat haji) memiliki gaji berkisar antara 600-700 SR/bulan (uang dipegang majikan). Gaji tersebut pun akan mereka bagi dengan keluarga mereka di Indonesia. Mereka ada yang sudah berkeluarga dan ada yang belum, ada pula yang menjadi orang tua tunggal karena cerai dengan suami. Ketika berhaji paling tidak mereka harus menyisihkan sekitar 2000 SR. Belum lagi uang pegangan di kantong untuk keperluan lain saat haji.

             Setelah haji yang “sangat melelahkan” (tidak menafikan juga kalau haji sangat menyenangkan buat kami ) mereka pun harus “langsung” bekerja. Majikan mereka tidak ambil pusing dengan ”kondisi”mereka setelah pulang haji. Ini terlihat ketika mereka diabsen (dipanggil namanya) ada yang tidak menyahut (sengaja), agar pulang lebih lambat dari waktu yang seharusnya.Di rumah majikan pun mereka harus bisa ”tahan” dengan tekanan psikologis. Kadang ”dibentak”, disuruh dengan menggunakan kaki, ada juga yang pernah bercerita kalau majikannya ”jijik” melihat mereka sehingga tidak boleh menyentuh makanan.

          Yah .. setelah bertahun-tahun hidup di ”penjara” di rumah majikan (ada yang tidak boleh keluar kehalaman rumah, ada yang boleh: kalau ada majikan laki2 harus tinggal di kamar), dibatasi dalam hal komunikasi (beberapa dari mereka tidak diizinkan memiliki hp), bekerja tanpa henti terutama ketika hari raya (biasanya banyak tamu, kadang majikan juga membawa mereka ketika akan ada pesta, sehingga mereka dikumpulkan bersama pembantu yang lain dan bekerja ”rodi” bersama) dan hal lain lagi yang mungkin ”tdk terbayangkan” kalau tidak berinteraksi langsung dengan mereka dan ”berbagi” pengalaman.           

         Menurut kami ”mereka hebat !”, dengan kondisi kehidupan sehari-hari yang seperti itu mereka masih bisa hidup dan ”tidak terganggu secara psikologis” saja sudah cukup Subhanallah, belum lagi ketika pulang mereka harus menghadapi masalah2 keluarga mereka masing2 (kebanyakan dari mereka keadaan ekonominya tidak stabil).

Yah ”mereka hebat !!”, meskipun kebanyakan dari mereka ”less educated” at least mereka sudah ”mengamalkan” ilmu yang mereka punya. How about us ???…  

Knowledge is NOTHING !!! Without practice… 

Edited and Published by : D & G

Comments (2)

Buat Calon Penumpang Saudia Airlines

 

PENTING !! Segera confirm ke kantor Saudia Airlines terdekat sebelum keberangkatan, sehari sebelumnya, atau beberapa hari sebelumnya. Dan lakukan city check-in atau boarding, atau apalah namanya, pokoknya amankan seat antum.

Check-in di bandara, sekalipun 3 jam sebelum berangkat tidak menjamin bisa dapet seat walaupun tiket sudah confirmed OK jauh hari sebelumnya. Lho??? Kenapa?

Ini masalahnya : Misal pesawat berkapasitas 400, maskapai menjual seat sampai 500. Lho ???? Kenapa ??? Supaya seat pesawat ga kosong. Lho ???? Lha gimana kalo 400 penumpang sudah check-in? Gimana nasib 100 penumpang sisanya?  Ya itulah yang terjadi pd penumpang yg check-in di bandara. Kami harus menunggu sampai setengah jam sebelum take-off (SETENGAH JAM!! Untuk penerbangan internasional !!). Untuk tahu ada penumpang yang cancel/belum datang. Artinya tiket OK pun masih jadi CADANGAN. Hiks….  Apalagi yang statusnya cadangan (waiting). Jangan berharap lah.

Ga tau apa sebabnya maskapai ini mengeluarkan kebijakan seperti itu. Mungkin karena orang-orang Saudi kebiasaannya begitu, banyak yg cancel. Mungkin jg karena terlalu banyak fasilitas yg memudahkan mereka utk check-in dan pindah flight, macem city check-in, ada jg online check-in (baru tahu nih). Check-in tp deket2 berangkat eh ga jadi. Semoga fasilitas utk memudahkan bukan malah jd fasilitas utk menggampangkan (memudah2kan). 

Ketika masuk pesawat…. Masih ada kebengongan yg lain. Mungkin krn sebab semrawutnya check-in atau sebab lain ga tau, nomor tempat duduk kacau sekali. Satu rombongan atau satu keluarga bisa terpisah-pisah jauh2. Maka yang terjadi adalah, masing-masing berusaha cari tempat duduk yang diinginkan. Tuker sana tuker sini. Sampe beberapa menit sebelum take-off para penumpang masih berseliweran cari tempat duduk yang kosong. Sampe2 pilot menyuruh para penumpang untuk duduk di tempat duduk masing2, kemudian menyuruh flight attendants utk menutup pintu pesawat.  Wah….  Akhirnya berangkat.

Alhamdulillah pesawatnya lumayan lah, ya sekelas Garuda. Flight attendant-nya pun kebanyakan orang Indonesia. Yang mengagumkan, ketika pesawat mau berangkat disiarkan dengan pengeras suara doa safar dan doa naik kendaraan, yang dituntunkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jadi hati rasanya tenang.

Semoga nanti teman2 sampai di Jakarta, Bandara Soekarno Hatta sudah beres, setelah kemarin 2 hari ditutup dan banyak pesawat delay karena hujan badai dan banjir. Hanya ada kabar, Bandara Halim sedang disiapkan untuk menerima penerbangan domestic Garuda, katanya mau dipindah. Ini kabar masih belum jelas.

Semoga Allah melindungi kita semua, kumpul dengan keluarga dan balik lagi ke Riyadh dengan selamat.

Leave a Comment

Older Posts »