<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Desa Yang Musnah di Daerah Dieng</title>
	<atom:link href="http://arabksustory.wordpress.com/2008/01/30/desa-yang-musnah-di-daerah-dieng/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arabksustory.wordpress.com/2008/01/30/desa-yang-musnah-di-daerah-dieng/</link>
	<description>Sekedar Nasehat, Informasi &#38; Memori buat Pelajar dan Pekerja di Arab &#38; KSU</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 May 2008 13:51:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: spittelmarkt</title>
		<link>http://arabksustory.wordpress.com/2008/01/30/desa-yang-musnah-di-daerah-dieng/#comment-126</link>
		<dc:creator>spittelmarkt</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 12:43:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://arabksustory.wordpress.com/?p=198#comment-126</guid>
		<description>Ass wr wb,

ah yang bener aja .......
dari sejarahnya gunung Pengamun-amun sebelumnya sudah tumpal. Dan onggok-annya sebagai endapan kuarter kebetulan di atas desa legentang.

Pada saat hujan sangat deras timbunan (onggok-an) produk Pangamun-amun tersebut longsor. Jadi nggak ada hubungannnya dengan kelakuan masyarakat setempat, murni gejala alam &#039;biasa. Dan tidak semua warga desa tersebut musnah jadi korban. Ada beberapa orang yang pada saat kejadian sedang menghadiri hajatan di desa tetangga - karena hujan deras nggak jadi pulang kebetulan saat kejadian.

Hal tersebut seperti kejadian di desa Sinila  (tahun 70-an?). Karena kawasan Pegunungan Dieng termasuk daerah volkanik aktif kebetulan ada getaran2 yang menjadikan seisi desa Sinila sepakat mengungsi turun gunung. Rombongan dibagi 2 yang dipimpin pak lurah dan pak carik. Kebetulan salah satu rombongan turun mengungsi melewati jalan yang ada rekahan dengan mengeluarkan gas CO (karbon monoksida) ... akibatnya pada bergeletakan meninggal dan rombongan lainnya selamat. KAsus tersebut pada saat itu menjadi berita nasional.

Kebetulan saya pernah studi mengenai Geothermal di daerah tersebut dan hampir semua pelosok sekitar Gunung Pengamun-amun, Gunung Butak, Gunung Petarangan, beberapa kawah Condrodimuka dll pernah saya survey dan saya pelajari langsung serta dari kajian terdahulu juga penuturan beberapa sesepuh penduduk sekitarnya.

Jadi kesian korban yang tidak semua maksiat seperti cerita di atas. Kalau ukuran kesuksesan pertanian, penduduk Legetang masih dibawah penduduk Dieng sendiri. Malahan lahan pertanian di sekitar desa Legetang yang empunya/ di ijon oleh orang2 Dieng.

Saya hanya meluruskan saja, untuk proposional sehingga kalau berdakwah mustinya juga mengerti kejadian sebenarnya kesian orang baik yang jadi korban longsoran di Legetang masih di cap atas nama dakwah sebagai suka maksiat.
Koq bisa2nya lho ..... !

wass,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass wr wb,</p>
<p>ah yang bener aja &#8230;&#8230;.<br />
dari sejarahnya gunung Pengamun-amun sebelumnya sudah tumpal. Dan onggok-annya sebagai endapan kuarter kebetulan di atas desa legentang.</p>
<p>Pada saat hujan sangat deras timbunan (onggok-an) produk Pangamun-amun tersebut longsor. Jadi nggak ada hubungannnya dengan kelakuan masyarakat setempat, murni gejala alam &#8216;biasa. Dan tidak semua warga desa tersebut musnah jadi korban. Ada beberapa orang yang pada saat kejadian sedang menghadiri hajatan di desa tetangga &#8211; karena hujan deras nggak jadi pulang kebetulan saat kejadian.</p>
<p>Hal tersebut seperti kejadian di desa Sinila  (tahun 70-an?). Karena kawasan Pegunungan Dieng termasuk daerah volkanik aktif kebetulan ada getaran2 yang menjadikan seisi desa Sinila sepakat mengungsi turun gunung. Rombongan dibagi 2 yang dipimpin pak lurah dan pak carik. Kebetulan salah satu rombongan turun mengungsi melewati jalan yang ada rekahan dengan mengeluarkan gas CO (karbon monoksida) &#8230; akibatnya pada bergeletakan meninggal dan rombongan lainnya selamat. KAsus tersebut pada saat itu menjadi berita nasional.</p>
<p>Kebetulan saya pernah studi mengenai Geothermal di daerah tersebut dan hampir semua pelosok sekitar Gunung Pengamun-amun, Gunung Butak, Gunung Petarangan, beberapa kawah Condrodimuka dll pernah saya survey dan saya pelajari langsung serta dari kajian terdahulu juga penuturan beberapa sesepuh penduduk sekitarnya.</p>
<p>Jadi kesian korban yang tidak semua maksiat seperti cerita di atas. Kalau ukuran kesuksesan pertanian, penduduk Legetang masih dibawah penduduk Dieng sendiri. Malahan lahan pertanian di sekitar desa Legetang yang empunya/ di ijon oleh orang2 Dieng.</p>
<p>Saya hanya meluruskan saja, untuk proposional sehingga kalau berdakwah mustinya juga mengerti kejadian sebenarnya kesian orang baik yang jadi korban longsoran di Legetang masih di cap atas nama dakwah sebagai suka maksiat.<br />
Koq bisa2nya lho &#8230;.. !</p>
<p>wass,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
