Archive for November, 2007

Akhir Bulan ke-2: Senyumpun Mulai Mengembang

Alhamdulillaahirrobbil ‘alamiin.

Kiranya kebahagian dan kemudahan kini mulai kami rasakan. Hampir 2 bulan penuh sejak awal kedatangan kami, shock budaya, ritme kerja, bahasa, dan aturan banyak kami rasakan. Memang benar kata Mas Wahid, bersiaplah 2 bulan pertama untuk Gaji Awal yang terlambat….ternyata bukan cuman gaji, namun juga dibutuhkan 2 bulan pertama untuk “Seatle Down”, untuk mengenal budaya, untuk mengerti adab, untuk bisa menerima semua detail keadaan dan aturan di KSU dan di Arab ini apa adanya. Dua bulan kami butuhkan untuk mengurus Sakan, Kartu Makan, Registration, Kartu Mahasiswa, Akses Internet & email, Medical Checkup, Iqomah hingga hampir setiap hari menagih-nagih gaji bulan 1 dan Reemburse Tiket…..hehhh capek dech….Akhirnya semuanya mulai lebih mudah dan teratur.

Memang yang dibutuhkan untuk hidup dan kuliah di Arab adalah:

1. MENERIMA & BERADAPTASI dengan MODEL BUDAYA KERJA ORANG ARAB. Buat temen-temen yang kebetulan telah dikarunai pengalaman standar layanan di negara lain, cobalah lupakan dan jangan bandingkan saat tinggal di sini. Inilah model budaya kerja mayoritas masyarakat sini (khususnya Staf Layanan KSU): santai, maksimal 5-6 berkas/hari, konsumen yang butuh bukan Staf yang harus melayani, Berkas dokumen apapun (termasuk tagihan gaji) kita/staf sendiri yang yang menjalankannya minta tanda tangan dan ngecheck ke sana-kemari.

2. KELUARKAN VARIABEL WAKTU (t) dalam FUNGSI HIDUP DISINI. Artinya, jangan pertimbangkan waktu disini, waktu sangat tidak efisien, buang saja variabel waktu itu dari target harian kita daripada kita akan stress sendiri. “Tunggu!”, “Tomorrow”, “Next week”, “Two minutes”…adalah kata-kata ‘janji” yang sering kita temui saat mengurus apapun meski hanya untuk sebuah pekerjaan sederhana yang bisa selesai dalam 1 menit. Sudaaah, terima saja budaya ini…terima atau tidak terima kita sendiri yang akan menanggung akibatnya :( Saat variabel waktu itu telah saya keluarkan dari target harianku, rasanya apapun yang terjadi saya ikhlas: hari ini tidak jadi, ada besok; besok harus nunggu, ada besoknya lagi; besoknya lagi berkasnya salah, ya ulangi dari awal…sudah ulangi dari awal berkasnya ilang, ya ulangi dari Calling Visa…Gitu aja kok repot?!

3. JANGAN BANYAK MENGELUH, Lebih Baik LUPAKAN STRESS DI SINI DENGAN SHOLAT/IBADAH YANG KHUSUK

4. BERBAIK-BAIKLAH dengan SETIAP STAF, SETIAP KENALAN, SETIAP ORANG ARAB…karena Jauh lebih banyak kita yang membutuhkan, dan jika satu kali aja kita bermasalah, hati-hati berkas anda bisa juga bermasalah. Namun jika baik dan berusaha keras untuk membaik-baik dengan setiap orang untuk setiap urusan maka insyaAlloh urusan kita bisa lebih mudah.

5. JANGAN PERNAH MERASA BERSALAH KALO NGANGGUR….di sini situasi nggangur adalah hal yang biasa, seringkali  kita sudah menghubungi Supervisor untuk tanya project atau research tapi ternyata si Supervisor malah menunda waktu sehingga kita Nganggur (dibayar). Rasa Bersalah , tapi gimana lagi??

Kini…semua temen-temen telah menerima Gaji Syawal, Gaji Romadlon, Reemburse Tiket, Mengajukan Calling Visa untuk keluarga, Nerima Proyek-Proyek, Iqomah, Kartu Mahasiswa, Piknik Sakan 1x/semester, Liburan 4 kali dalam 1 tahun, VIP Asrama, Makan murah di Cafetaria Campus…..Alhamdulillaaah.. Rasa-Rasanya setelah hampir 2 bulan hidup kita di KSU ini mulai terasa lebih mudah….Mudah2an Alloh semakin mempermudah kita.

Nb:

1. Untuk Mahasiswa Wanita..sayangnya masih harus selalu tergantung/dibantu mahasiswa laki-laki untuk mengambilkan gaji.

2. Untuk mahasiswa yang mau mengundang keluarga, bersiaplah Masalah Besar baru menghadang: sewa rumah 24,000 SAR/tahun (tunjangan rumah 9000 SAR/tahun dan hanya bisa diambil jika kita sudah keluar) dan operasional keluarga bulanan 2000-3000 SAR/bulan (gaji pas), masih ada lagi tantangan kebutuhan lain Mobil (min. 5000 SAR), bensin, sekolah anak, dll. Jadi harus nabungggg dulu nih sampe minimal 10 bulan :(

Leave a Comment

Yahoo Messenger Sekarang Bisa!!

Kabar Baik-nya.

Setelah digosipkan tidak bisa dipake di KSU, Yahoo Messenger ternyata sekarang bisa digunakan untuk chatting. Untuk setting, pilih Messenger >> Connection >> pilih ‘Firewall with no proxies’.

Kabar Buruk-nya.

Lha kabar buruknya adalah.. ternyata fasilitas call PC to PC-nya nggak bisa dipake. Begini kata om Yahoo! “You cannot place a call because Messenger is not currently connected to the voice service. This is either because you are behind a restrictive firewall or because we are fixing a problem with the voice service.” Sedangkan fasilitas video conference-nya kayaknya bisa digunakan.

Thank-s Leon for the information.

Comments (1)

Mau urus visa keluarga? Isi form dulu…

Kalau mau urus iqomah, atau iqama atau apa pun namanya harus punya kartu ATM. syarat harus punya kartu ATM juga harus punya iqomah, ya he eh iqama! Kalo mau terbebas dari lingkaran setan ini maka harus cari malaikat di lingkaran kita yang punya ATM yang isinya lebih dari 500SAR. Diharapkan malaikat ini juga punya mobil. Itu fit and proper test buat kita-kita

Untuk istri kita, fit and proper test dimulai dari ketika para istri ini ngurus visa, yang salah satu langkahnya adalah ngisi form bahasa arab di http://visa.mofa.gov.sa/VisaPerApp/visa_company_a.asp dan asli dibutuhkan ketrampilan bahasa arab. Padahal untuk trampil bahasa arab harus kursus dulu. tapi mengapa form-nya dalam bahasa Arab? Karena dikeluarkan oleh kedutaan Arab. Tapi yang masuk kan bukan cuma orang arab dan tidak semua bisa bahasa arab? Karena paling tidak dari form itu mengenalkan kita bahwa kita harus bisa bahasa arab, kalo tidak bisa kullu musykillah. Tapi kan…

Mas… belum pernah makan sandal ya?

Comments (1)

We are Brother..so We should “Pooh” Together

Sudah pernah kubilangin khan, kalo orang arab tuch budaya kebersamaannya suangat tinggi. Contoh kalo pas masuk bilik ATM, maka orang-orang yang antri dibelakang kita juga ikut masuk ke bilik; jadi antrinya di dalam bilik ATM, bukan diluar bilik. Udah masuk bilik, masih ikut2an nonton nomer PIN kita, bahkan sering ikut ngomentari tombol2 ATM yang kita pencet..walaah!..jadi diruangan ATM yang paling privacy-pun  “semangat keterbukaan dan kebersamaan” masih berlaku.

Pengen tahu yang lebih hebat dari Arab tentang semangat KEBERSAMAANnya. Nih gambar dibawah ini buktinya, foto di kantor Departmen Perdagangan dan Industri-Riyadh:

familytoilet400hg3.jpg

Keterangan Pabrikan: Toilet ini dirancang untuk keluarga atau pasangan penganten baru sehingga dapat selalu menjaga rasa cinta dan “kebersamaannya”. Apabila 1 toilet sudah penuh, tidak perlu diguyur, cukup anda berpindah saja ke toilet berikutnya.

Aturan Pakai: saat mengejan, masing-masing pemakai diharapkan saling berpegangan tangan erat, ambil nafas bersama-sama, hentakkan sekuat-kuatnya…ngggkkkkkk……jika telah berhasil, saling tersenyumlah…bersihkan kotoran dengan tangan anda dan (tanpa dibersihkan) salinglah berjabat-tangan jika anda benar-benar mencintainya :)

Potensial Pemakai: Toilet ini sangat cocok digunakan untuk penghuni Sakan 36 Kamar 354A (mas LANDUNG) karena beliau hobby “mengubek-ubek” lubang toilet mencari siapa tahu ada handphone penghuni sebelumnya yang jatuh toilet (ingat cerita handphone beliau yang jatuh ke lubang toilet :) ). Dengan desain 2 lubang sejajar ini, mas Landung dapat dengan mudah memasukkan ke dua lengan tanggannya secara bersama2, .. siapa tahu ditemukan 2 handphone sekaligus.

Demikian info dari pabrikan, siapa tahu pulang dari Arab ada yang pengin desain WC nya seperti ini…cocok untuk desain WC 1 RT ( 1 WC ada 100 toilet disusun melingkar cocok untuk rapat RT sekalian :) )

Comments (1)

Blog (bukan Blok) tentang Saudi Arabia

Karena sekarang jamannya blog, banyak info yang bisa didapat lewat blog. Blog bisa bikin kita pintar.. nggak go-Blog.

Tentang Saudi Arabia.. ni ada banyak blok tentangnya.

Kategori Expatriat di Arab Saudi

  1. Working in Saudi Arabia, seluk beluk kerja di Arab Saudi
  2. S as in Saudi, orang Swedia di Arab Saudi (frequently updated)
  3. An Englishman in Saudi, orang Inggris di Arab Saudi
  4. Wards Abroad, orang Amerika di Arab Saudi
  5. Sand Gets in My Eyes, orang Amerika juga di Arab Saudi

Kategori orang Saudi tentang Saudi-nya

  1. Saudi Jeans, yang punya mahasiswa KSU juga, versi lamanya ini
  2. The Sandclawler: A Saudi Jawa, orang Saudi keturunan Jawa ;)
  3. The Saudi Blog, blognya orang Saudi tentu saja..
  4. The Religious Policeman, ya.. tentang mutawwa’
  5. Saudi Blogs, blog-aggregator blog-blog di Saudi

Siapa mo nambah?

Comments (1)

Mimpi Saja di-Blok

Kelelahan menunggu download yang gak rampung-rampung. Teman kami ketiduran.

Karena lama tidak bertemu istri tersayang, teman kami mengimpikan istrinya.. Belum aja mimpinya makin asyik, ada SMS masuk.. jadi bangun.. komentarnya “Wah ngimpiin istri saja ndak boleh di sini..”

Komentar temannya, “Mending mas, daripada sudah lama ngimpiin istri terus muncul ijo-ijo begini, mumet to sampeyan?”

Comments (1)

‘Jin’ Sakan?

Alkisah teman kami menemukan poci antik kuningan khas Arab di dapur sakan. Teringat dongeng Aladin, teman kami menggosok poci antik tersebut.

Tiba-tiba dari balik dapur keluar makhluk ‘kehijau-hijauan’. Teman kami nanya, sebaiknya minta apa ya? Kami menyarankan, “Ssst.. Minta reimburse segera dibayarkan..”

Muncul komentar.. “Oalah mas, mending sampeyan minta yang lain saja…, kalau urusan itu mah saya nyerah…, mending masuk poci lagi saya..”

Kami ketawa…

Leave a Comment

Teman Kami Tidak Bisa Makan di Math’am

Teman kami tidak bisa makan di math’am. Makanya cuma mi instan. Atau roti murah satu riyalan. Baru berani makan di math’am kalau banyak orang. Mengapa demikian? Karena mereka tidak punya kartu untuk makan. Nomor mahasiswa harus ada di kartu untuk makan. Mengapa mereka tidak punya kartu makan? Karena mereka tidak terdaftar. Tidak terdaftar sebagai mahasiswa. Math’am hanya untuk mahasiswa. Sehingga yang bukan mahasiswa tidak boleh makan. Mengapa mereka tidak terdaftar? Karena program studinya belum buka. Baru buka tahun depan. Kalau memang belum buka, mengapa mereka datang? Karena mereka diminta datang. Visa mereka hanya berlaku satu bulan. Mengapa program studi belum dibuka kok menerima mahasiswa? Lagian belum jelas kok ya datang?

Sudah mas jangan tanya lagi. Belum pernah makan sandal to sampeyan?

Comments (3)

Ringannya Janji-Janji keluar di sini…

“For the first year, we will pay your Iqomah fee…it’s a gift from the ‘Second Boss’ “.

“As consequence, he needs your help and time of your friends. All ofIndonesian Students must come this afternoon at 1 pm to attend the workshop, ok?.”

I remembered exactly these sentences are spoken by the ‘Consultant’. I remembered I and my friends had tried to come and attend as well as active in the workshop.

I remembered and I noticed many times some “important persons” in KSU and Arab promised something in order to get other thing from us, but after that I have no idea whether they remember about their promise or not. I am sad, a promise is not a loan here, promise just a word which is useless. Even “Insya Alloh” word is nothing for most of the moslem here :(

Sir, we come here because we believe on each of your words. we come here because you said “just come here, everything will be okay”.

Sir, it is not easy for us to come here, we have to loan much money for our tickets, medical checkup and establishment cost.

In fact, now we have to pay our Iqomah fee by our selves. Sir…maybe 500 SAR is not big money for you. But for most of us, who haven’t got Romadlon Salary (ya..Romadlon Salary) and Ticket Reemburse,it is a big money. Where is our Syawal salary? just let you know, some of us could not enjoy our Syawal salary because we have to send it to our family and pay our loan for coming here. Now, what we want is please don’t be easy to give us a hope….but if you give us a hope (promise) please keep your promise like a real moslem.

May Alloh give us strength and easiness…Amiiin

Leave a Comment

Step by Step Pengurusan Iqomah dan Visa Exit & Re-Entry

Berikut ini beberapa langkah yang diperlukan dalam pengurusan iqomah dan visa exit dan re-entry, khususnya jika mengurus sendiri (berdasarkan pengalaman saya)

IQOMAH

Langkah Pertama

Sebelum melangkah, pastikan kita telah melakukan shalat istikharah dan juga doanya, dengan tujuan memohon kelapangan dan keberkahan dalam apa yang akan kita pilih (yaitu iqomah), dan juga dalam proses menuju ke sana.

Langkah Kedua

Ketika akan memulai segala urusan, bacalah Bismillah.

Langkah Ketiga

Siapkan dokumen yang dibutuhkan

  1. Lembar cek kesehatan (fotokopi, yaitu form item-item cek kesehatan yang kita dapat dari Pak Saad Hamdan)
  2. Surat keterangan sehat dari rumah sakit (yang asli, yaitu surat yang kita dapat dari rumah sakit).
  3. Fotokopi paspor dan lembar visa (berikut nomor border).
  4. Pas Foto 4×6 3 lembar
  5. Paspor Asli
  6. Kuitansi pembayaran biaya Iqomah (setelah langkah keempat).

Langkah keempat

(Kalo membayar sendiri, in case ga jadi diurusin p Muhammad Afneis).

Melakukan pembayaran biaya iqomah sebesar 500 real melalui ATM Ar-Rajhi Bank atau Riyadh Bank. So, ini mensyaratkan adanya kartu ATM (ajak teman/orang arab yang punya kartu ATM). Masukkan dulu uang 500 real ke tabungan ATM bersangkutan, atau perjanjian dulu pinjam 500 real yang ada di rekeningnya (ini lebih enak J ).

Input yang dilakukan dan diisikan adalah :

  1. Border Number (Raqmul-Huduud) (ada di lembar yang ada cap dr bandara).
  2. Nomor Kafil (Raqmul-Kafiil) (ada di visa)
  3. Periode berlaku iqomah (1 tahun)
  4. Jenis Iqomah (pilih Others / Ukhroo).

Afwan sy agak lupa urut2an menu di mesin ATM tsb, klo ga salah dr awal :

Muamalat Hukumiyah (Government Affairs) > Muamalatul-Jawazat (Immigration Affairs) > Lil-Muqiimiin (For Foreigners) > Ishdar Iqamah Jadiidah (New Residential Permit Issue) > Raqmul-Huduud (Border Number input) > Raqmul-Kafiil (Kafil Number) > terus akan muncul nama kita di layar … harap diperhatikan dengan seksama !! > confirm nama OK > Muddatul-Iqamah (Validity Period) 1 th – isikan angka 1 > Nau’ul-Iqamah (Residential Permit Type) pilih Ukhroo (Others). > akan muncul nilai yang harus dibayarkan 500 SR > Confirm.

Kemudian akan keluar kuitansi dr mesin ATM, simpan kuitansi ini baik2. ini yang akan digunakan sebagai bukti bahwa kita sudah bayar biaya Iqomah. Jangan lupa kuitansi ini difotokopi jg, buat arsip kita.

NOTE : Border number ini yang kita mesti perhatikan, karena kasus saya dan p tony, border number kita sempat tidak dikenali (nama kami tidak muncul). Baca kisah p tony di bagian lain blog ini. Perlu waspada dan antisipasi sejak dini spy tidak timbul masalah saat pembayaran.

Langkah kelima

Menyerahkan keenam dokumen tersebut di langkah ketiga kepada imigrasi universitas (di lantai 4 di ruangnya Saad Al-Hausyan).

Nanti dia akan membuatkan semacam form isian yang langsung sdh diisi oleh dia sendiri pake computer.

Kemudian semua dokumen dia bawa, kita akan dikasih ta’rif mu-aqqat (temporary identity), selembar surat yang menyatakan bahwa identitas kita ini .. ini , paspor yang bersangkutan sedang dalam pengurusan imigrasi. Surat tersebut kita mintakan tanda tangan Abdul Aziz (mudir imigrasi univ), dan distempel. Jaga surat ini baik2 karena dia berfungsi sebagai pengganti paspor.

Kita akan dijanjikan kapan iqomah kita jadi, jadi kita tinggal nunggu saja.

Setelah iqomah jadi, bisa kita ambil, paspor akan disimpan oleh imigrasi universitas.

 

EXIT & REENTRY VISA

Langkah pertama dan kedua sama dengan di atas.

Langkah ketiga

Dokumen yang dibutuhkan adalah :

  1. Surat keterangan dari supervisor atau kajur bahwa kita mau bepergian dan ga ada masalah (dia memberi izin) utk bepergian tersebut, jangan lupa distempel fakultas.
  2. Surat keterangan dari Idarat Sakan (Gedung 25) yang menyatakan bahwa kita adalah penghuni sakan sekian kamar sekian. Ditandatangani mudir idarat sakan.
  3. Surat Kafalah (jaminan), formnya akan diberikan oleh imigrasi universitas, diisi oleh kita, supervisor/kajur, dan distempel fakultas.
  4. Pas foto 2 lembar

Langkah keempat

Klo memang tidak terburu2 harus pulang, biarkan saja urusan dikerjakan oleh universitas.

Tp klo darurat/terburu2 dan perlu ngurus sendiri, maka dokumen tambahan yang diperlukan adalah (yang kita minta dari imigrasi universitas) :

  1. Surat pengantar dari imigrasi fakultas (ini penting sekali !!)
  2. form isian imigrasi permohonan visa exit reentry yang akan diisikan oleh imigrasi universitas (jangan diisi sendiri !!)
  3. Fotokopi iqomah

Klo memang kita mo ngurus sendiri, berarti paspor kita minta dan iqomah kita serahkan.

Langkah kelima (dan langkah2 berikutnya adalah jika kita akan mengurus sendiri).

Membayar biaya visa khuruj wa ‘audah (exit and re-entry) 200 real, melalui ATM jg.

Nomor yang dibutuhkan adalah nomor iqomah, nomor kafil. Menu-menu yang dipilih hampir sama dengan di atas, cuma bukan Ishdar Iqamah Jadidah melainkan Ta’syirat Khuruj wa ‘Audah (Exit & Re-entry Visa).

Simpan kuitansinya.

Langkah keenam

Berangkat ke kantor Imigrasi Riyadh. Klo bisa berangkat pagi2. Pertama kali, masuk ke bagian Basma (tanya saja), bukan langsung ke bagian visa. Bagian basma ini bangunan kecil di sebelah imigrasi. Ya semacam registrasi lah. Di situ ditanyai apa yang kita mau, dan kita akan didata sidik jari dan kita akan difoto dimasukkan ke computer. Dan petugas akan memberi tanda acc pada formulir isian kita.

Langkah ketujuh

Jangan langsung masuk ke ruang antrian, cari ruang Ra’is Qism Idarah, minta penjelasan aja. Sebenarnya intinya sih minta mulahadhah (notes). Nanti dia akan kasih oret-oretan di surat pengantar kita. Di sini tadi saya ditanyain, koq ga diurusin mandub (agen) universitas aja? Sy bilang sy buru2, jd urus sendiri. Dia faham. Jd makanya klo ga buru2 mending diurusin sama univ sj.

Langkah kedelapan

Masuk ke ruang antrian (Sholah 1). Ingat Sholah 1, bukan Sholah 2, karena teman2 yang mahasiswa biasanya di Sholah 2.

Terus masuk antrian, di tempat duduk yang telah disediakan. Tunggu saja, antrian akan berjalan sedikit2. klo ditanya petugas, tunjukin note dari rais qism tadi. Klo ditanya berapa paspor yang diurus, bilang 1 paspor. Karena antrian urusan 1 paspor dan lebih dari 1 paspor lain. Masuk saja ke antrian yang ditunjukin sama petugas. Di sini antrian agak tertib. Ikuti, kemudian sampai di loket serahkan dokumen yang ada, tunggu sebentar. Sebentar kemudian insyaAllah jadi.

 

Tentang TIKET

Ttg tiket, ini lagi murah, alhamdulillah. Sy beli tiket Riyadh – Jakarta, Jakarta – Jogja, Jogja – Jakarta, Jakarta – Riyadh (sama dengan Riyadh – Jogja pulang pergi) semua dengan Garuda, harga total 2793 real. Tiket Garuda Jakarta – Jogja pulang pergi 200 real (sekitar rp 470 ribu). Jadi mending sekalian saja pesan tiket di sini, drpd susah2 beli di sana dan harganya mahal pula.

Usahakan booking tiket agak jauh sebelum hari keberangkatan, klo memang perlu mendesak pulang, klo khawatir ga dapet flight atau khawatir urusan visa dll belum selesai lebih baik booking utk beberapa flight di hari2 berikutnya sebagai cadangan.

Waktu confirm dan bayar tiket, usahakan sekalian pesan/confirm tanggal balik ke Riyadh-nya. Soalnya bulan2 ini flight Jakarta Riyadh lagi penuh2nya.

Demikian informasi sementara dari pengalaman saya mengurus iqomah dan visa exit dan reentry. Moga2 bermanfaat. (tri)

Leave a Comment

Older Posts »